Suara Vatikan Di Hari Lebaran Tahun 2017: “Merawat Rumah Kita Bersama”

Edisi 78, 25 Juni 2017

SUARA VATIKAN DI HARI LEBARAN TAHUN 2017 :
“MERAWAT RUMAH KITA BERSAMA”

PENGANTAR

Selamat datang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H !! Umat Muslim menyambut hari besar keislaman dengan penuh sukacita.  Suara “Mohon maaf lahir dan batin” tiada berhenti, bergema dimana-mana. Kita ikut gembira dan juga mengucap syukur.  Dalam pekan ini, menjelang Lebaran, sudah tersebar di media sosial sebuah kabar yang menyejukkan, penuh toleransi, dari Gereja Katolik Katedral Jakarta tentang pengosongan Misa pagi pada Hari Minggu 25 Juni 2017 karena memberi kesempatan bagi Kaum Muslim untuk sholat ied jamaah di halaman Gereja.

Dinamika Pastoral di Paroki Batu; Melalui Dewan Pastoral Paroki (DPP) Inti

Edisi 77, 18 Juni 2017

DINAMIKA PASTORAL DI PAROKI BATU
MELALUI DEWAN PASTORAL PAROKI (DPP) INTI

PENGANTAR

Sukacita Umat Katolik kembali akan menggema dalam Misa Minggu 18 Juni 2017 karena kita akan merayakan HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS. Kehadiran Kristus dalam Ekaristi Kudus selalu menjadi kerinduan kita semua : “Roti malaikat menjadi roti manusia – Roti surgawi mendapat bentuk terbatas – Oh begitu mengagumkan! Hamba yang miskin dan hina makan Tuannya.” Kegembiraan menjadi penuh karena pada tahun 2017 Paroki Gembala Baik Batu akan mempersembahkan 37 anak untuk menerima Komuni Pertama. Panitia Komuni I yang adalah Orang tua dari 18 laki dan 19 perempuan ini, dengan pendampingan dari Bidang Liturgi, telah mempersiapkan Calon Penerima Komuni sehingga mereka memiliki pemahaman yang cukup tentang misteri Kristus dalam Komuni Kudus.

Mengawali Pernikahan dengan Benar: Prosedur Pernikahan Katolik

Edisi 76, 11 Juni 2017

MENGAWALI  PERNIKAHAN  DENGAN BENAR :
PROSEDUR  PERNIKAHAN  KATOLIK

PENGANTAR

Majalah Katolik Mingguan HIDUP, edisi no.23 Tahun ke-71, 4 Juni 2017, menulis halaman depannya dengan judul “KELUARGA KEKINIAN”. Tertulis kemudian berikut: “Keluarga sering disebut Gereja Rumah Tangga (ecclesia domestica), adalah sekolah kehidupan Kristen pertama untuk membina kebajikan manusiawi dan cinta kasih kristiani. Eksistensinya amat penting sehingga meski banyak tantangan di era modern, Gereja terus menginspirasi dan berpastoral lewat komunitas kategorial.”  Cover menarik ini dipilih sebagai informasi khusus tentang kehadiran Gereja Katolik selama 210 tahun di Jakarta melalui Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020 yang salah satunya memprioritaskan Pastoral Keluarga.

Hari Raya Pentakosta; Menjadi “Manusia Baru” dalam Roh Kudus

Edisi 75, 4 Juni 2017

HARI RAYA PENTAKOSTA :
MENJADI “MANUSIA BARU” DALAM ROH KUDUS

Selamat datang ROH KUDUS! Selamat merayakan Hari Raya PENTAKOSTA: “Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cintaMu di dalam hati mereka.”

PENTAKOSTA berasal dari kata Yunani “pentekosta”, artinya hari yang kelima puluh. Karena itu, merayakan Pentakosta berarti merayakan 50 hari sejak kebangkitan Yesus dalam peristiwa Paskah.  Sapaan Gembala Umat, Edisi no.441/Minggu I/Juni 2017 mengkhususkan uraian tentang makna Pentakosta serta manfaat untuk hidup kekristenan di jaman sekarang. Inspirasi yang bersumber dari Kisah Para Rasul 2,1-13 diuraikan secara apik dalam salah satu artikel lewat website www.salib.net.

Silaturahmi Ramadhan Pemuda Lintas Iman Kota Batu

Tgl. 02 Juni 2017 Paroki Gembala Baik – Batu mengadakan acara Buka Puasa Bersama di halaman Gereja Gembala Baik – Kota Batu.

Dalam acara ini diundang Tokoh Pemuka Agama (MUI, FKUB, NU, Muhammadiyah), Muspida, Aparat Desa, serta Pemuda Lintas Iman se-Kota Batu.

Indonesia Membutuhkan Doa Kita

Edisi 74, 28 Mei 2017

INDONESIA MEMBUTUHKAN DOA KITA
(NASEHAT KWI HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2017)

Peringatan KEBANGKITAN NASIONAL ke-109 serta REFORMASI ke-19 baru saja berakhir. Ada banyak ekspresi untuk menyambut peristiwa 20 Mei 2017. Ada karnaval, prosesi Lilin, konser serta upacara bendera.  Juga ada diskusi untuk merefleksikan perjalanan bangsa. Melalui lagu-lagu nasional serta bendera Merah Putih yang dikibarkan, peringatan Kebangkitan Nasional sungguh seperti magnet untuk menyuarakan serta menegaskan kembali ke-Indonesia-an yang bersandar pada 4 hal utama: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Bineka Tunggal Ika serta UUD 1945.